PEMBERDAYAAN SATUAN KEWILAYAHAN DALAM MENGANTISIPASI RADIKALISME DAN SEPARATISME DALAM RANGKA MENJAGA KEAMANAN NASIONAL INDONESIA
(Studi Kasus Kodam Iskandar Muda / IM)
DOI:
https://doi.org/10.62771/pk.v3i1.28Kata Kunci:
Keamanan Nasional, Radikalisme, SeparatismeAbstrak
Indonesia has been a place of conflict due to its multicultural structure and diversity of ethnicities, religions, customs and more. Indonesia has had to face major problems, such as intra-state conflicts. The threat of state disintegration began to appear as a result of these conflicts. One form of conflict that has occurred is the Aceh conflict. To anticipate social conflicts using a local wisdom approach, soldiers of the Iskandar Muda Military Region Command (Kodam IM), a regional unit under the command of the Army Headquarters (Mabesad), are required to understand the culture and customs of the Acehnese people. They are also required to prevent the spread of separatism, which could threaten national security. In this research, the author use Role Theory, because this theory is considered relevant to examine the issues raised. In addition, researchers will also use the concepts of Radicalism, Separatism, and National Security. The research method used by researchers is a qualitative approach and analytical descriptive research type. This research aims to know examine and understand the social processes centered on and efforts of Kodam IM in anticipating radicalism and separatism in Aceh in order to maintain Indonesia's national security. In the face of increasingly complex non-military threats, strengthening the role of Regional Units (SATWIL) as a non-military instrument of national defense is a strategic necessity. With cross-sector synergy and continuous capacity building, Satwil can continue to serve as a crucial pillar in safeguarding the integrity and sovereignty of the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI).
Indonesia pernah menjadi tempat konflik karena strukturnya yang multikultural dan memiliki keanekaragaman suku, agama, adat istiadat, dan lainnya. Indonesia harus menghadapi masalah besar, seperti konflik intra negara. Ancaman disintergrasi negara mulai terlihat sebagai hasil dari konflik- konflik ini. Salah satu bentuk konflik yang pernah terjadi adalah konflik Aceh. Untuk mengantisipasi konflik sosial dengan menggunakan pendekatan kearifan lokal, maka para prajurit Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kodam IM), sebuah satuan kewilayahan yang berada di bawah komando Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), diharuskan untuk memahami budaya dan adat istiadat masyarakat Aceh. Mereka juga diharuskan untuk mencegah penyebaran paham separatisme, yang dapat mengancam ketahanan nasional. Dalam penelitian ini penulis menggunakan Teori Peran, karena teori ini dianggap relevan untuk mengkaji masalah yang diangkat. Selain itu, peneliti juga akan menggunakan Konsep Radikalisme, separatisme, dan keamanan nasional. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah pendekatan kualitatif dan tipe penelitian deskriptif analitik. Penelitian ini bertujuan mengetahui mengkaji serta memahami proses sosial yang berpusat pada serta upaya Kodam IM dalam mengantisipasi radikalisme dan separatisme di Aceh dalam rangka menjaga keamanan nasional Indonesia. Dalam menghadapi dinamika ancaman non-militer yang semakin kompleks, penguatan peran Satuan Kewilayahan sebagai instrumen pertahanan negara non-militer menjadi kebutuhan strategis. Dengan sinergi lintas sektor dan peningkatan kapasitas yang berkelanjutan, Satwil dapat terus berperan sebagai pilar penting dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.
Referensi
Cruwys, T., Haslam, S.A., Dingle, G.A., Haslam, C., & Jetten, J. (2014). “Depression and social identity: An integrative review.” Personality and Social Psychology Review, 18 (3), 215-238.
Doyle, D. H. (Ed.). (2010). “Secession as an international phenomenon: from America's Civil War to contemporary separatist movements (Vol. 10).” University of Georgia Press.
Hanock Yermias Munua, Peran Marinir TNI AL dalam Penanganan Konflik Papua, 2021, Jurnal Maritim Indonesia (Indonesian Maritime Journal), 9(3), 241-262.
Siregar, Rakhmat Shaleh Dkk. Implementasi Komunikasi Sosial Kodim 0204/DS Dalam Mencegah Radikalisme di Kabupaten Deli Serdang, 2019, Jurnal Pertahanan dan Bela Negara, 9(2), 61-80, hal 61-80.
TISNA, Wulan, et al. Fenomena dan Perkembangan GAM Sebagai Identitas Sosial Pasca Damai (Studi Kasus di Kecamatan Seunagan Timur Nagan Raya). 2022. PhD Thesis. UIN Ar-Raniry.
Uchaimid Biridlo’i Robby dan Dedi Akhiruddin, Strategi Kodim 1703/Manokwari Dalam Penanganan Konflik Sosial di Provinsi Papua Barat,
2021, JDKP Jurnal Desentralisasi dan Kebijakan Publik, 2(1), 149-158.
Aan Komariah, Djam’an Satori. (2011). Metode Penelitian Kualitatif. (Bandung, Alfabeta)
Bakti,A.S.(2014).“Merintis Jalan Mencegah Terorisme. Semarak Lautan Warna Press1 Zen (2012).
Bandoro, B., & Nasional, P. B. K. (2005). “Centre for Strategic and International Studies.”
Basrowi dan Suwandi. (2008). Memahami Penelitian Kualitatif. (Jakarta: Rineka Cipta)
Benda, Julien. (1997). “Pengkhianatan Kaum Intelektual.” Jakarta: Gramedia, 1997
Creswell, Jhon W . (2016). “Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed.” Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Departemen Pendidikan Nasional. (2014). “Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat.” Jakarta:PT. Gramedia Pustaka Utama.
Dhakidae, Daniel. (2001). “Akar Permasalahan dan Alternatif Proses penyelesaian Konflik Aceh Jakarta Papua.” Jakarta: YAPPIKA.
Ishak, Otto Syamsudin. (2008). “Dari Maaf ke Panik Aceh: Sebuah Sketsa Sosiologi-Politik.” Jakarta : Lembaga Studi Pers dan Pembangunan.
Isma Sawitri, Amran Zamzami, dkk.. (1998).
(Panitia Peduli Aceh). “Simak dan Selamatkan Aceh.” Jakarta : PT Bina Rena Perwira.
Kell, Tim. (1995). The Roots of Acehnese Rebellion 1989-1992, (New York: Cornell University Pers.
Martanto, U., Roikan, A. H., Febby, R., & Akhol, F. (2019). “Meredam Teror: Pencegahan Terorisme Dan Radikalisme Berperspektif HAM.”
Yayasan Pusat Studi Hak Asasi Manusia (PUSHAM).1
Moleong, Lexy J. (2015). “Metode Penelitian Kualitatif”. (Bandung : Remaja Rosdakarya)
Nasution, S. (1996). “Metode Research.” Jakarta : Bumi Aksara.
Nazir, Moh. (2013). “Metode Penelitian.” Bogor: Ghalia Indonesia.
Nurhasim, dkk. “Konflik Aceh: Analisis atas Sebab-sebab Konflik, Aktor Konflik, Kepentingan dan Upaya Penyelesaian.” Jakarta: LIPI.
Pratiwi, Y. D. (2017). Mengatasi Gerakan Separatis Melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Robert C Bogdan & Sari Knopp Biklen. 1982. “Qualitative Research for Education: An Introduction to Theory and Methods.” Boston: Allyn and Bacon, inc.
Soekanto, Soejono. (2012). “Sosiologi Suatu Pengantar.” Jakarta: PT Raja Grafindo.
Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. (Bandung: Alfabeta)
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta




1.png)